Senin, 18 Maret 2013
SAAT HARTA BUKAN PILIHAN KU
Aku..sebut saja namaku asri aku anak ke 5 dari sepuluh bersaudara, ibuku ibu rumah tangga biasa ,bapakku guru sd, waktu itu gaji guru belum seperti gaji guru sekarang, kami hidup seadanya, 3 saudaraku dititipkan oleh keluarga yg lebih mampu.kakakku no 2 dan no 3 bahkan menikah muda, merekalah yang membantu membiayai sekolah adik2nya. Saat aku dewasa aku ikut kakakku yg pertama dia guru sd juga dan pertamakali diangkat sebagai PNS dia dikirim ke desa pelosok.kakakku sudah menikah dan punya 2 anak, saat gadis aku ikut mereka,saat itulah aku bertemu dengan belahan jiwaku, dia kukenal saat pengajian dirumah tetangga, dia adalah sosok laki - laki sederhana,pendiam, santun dan sholeh, asalnya bukan dari daerah kami,tak lama berkenalan akhirnya kami menikah walau awalnya ditentang oleh keluarga besarku, karena dia bukan pria kaya dia hanya kerja sebagai buruh di perusahaan kayu ,mungkin orang tuaku takut kami hidup kekurangan,tapi karena aku tetap pada pendirianku akhirnya mereka luluh juga dengan pilihanku,pernikahan kami sederhana sekali hanya mengundang tetangga sekitar, tahun pertama kami tinggal dengan kakak pertamaku ,kami diberi tempat bernaung disebelah rumah nya walau kecil tapi kami syukuri,lalu lahirlah buah cinta kami yang pertama dia anak perempuan lucu sekali dia lahir waktu idul fitri, dua tahun berselang lahir putri kami yg kedua,kami sekeluarga hidup dengan gaji suamiku yang pas-pas an lalu aku berpikir untuk punya toko kecil-kecilan dirumah sambil menjaga anak-anakku,saat anak-ku sekolah kadang biaya sekolahnya dibantu oleh ibuku,tapi kami tetap bersyukur dengan kehidupan kami,suamiku termasuk orang yang taat agama dia pemimpin pengajian dikelompok ngajinya, walaupun hidup seadanya tapi kami tetap tidak melupakan ibadah kami kepadaNya.suamiku tidak pernah lupa sholat malam ,dia sosok suami yang baik sekali,tidak pernah mengeluh, hidup kami lalui dengan terus berusaha dan berdoa,sampai lahirlah putri kami yg ke 3 dan ke 4 semua perempuan, kami mensyukuri saja semua pemberianNya, walo sampai sekarang kami hidup sederhana. Saat putriku yang pertama lulus smu dia ikut sodaraku dijakarta, banyak sodara sodaraku yang merantau dan sukses disana, putriku ikut membantu di rumah makan yang mereka miliki,anakku yang pertama manis dan berjilbab dan rajin shalat, jadi aku tidak begitu khawatir dengannya saat dia jauh dari kami, setahun di perantauan anakku memberi kabar kalo dia akan pulang dan sebentar lagi akan ada yg melamar subhnallah, saat itu kami bingung anakku baru umur 20 tahun.tapi anakku beralasan klo pria yg dikenalnya lewat ta'aruf adalah orang baik dan dia tidak mau lama-lama kenal lelaki yang bukan muhrimnya dia mau menyempurnakan separuh ibadanya.kami terharu campur bingung dengan ceritanya kami tidak tahu harus berkata apa-apa lagi,kami turuti saja permintaannya toh niatnya baik.hari yg ditunggu tiba keluarga calon suami anakku datang juga kerumah kecil kami, mereka baik sekali tidak membedakan yang kaya dan miskin mereka menerima keadaan keluarga kami padahal calon suami putriku kerja di kantor perpajakan, Ya Allah terimakasih karena engkau telah memberikan putriku jodoh yang baik dalam agamanya maupun kehidupannya hanya doa yang bisa kami berikan buat anak-anak kami,anakku yg kedua ikut kakaknya kejakarta juga,awalnya semua kehidupannya dibiayai kakaknya lalu disana dia cari sampingan kerja buat biayain kuliahnya,karena putri-putriku menyadari klo kami tidak sanggup membiayai mereka kuliah,nak maafkan kami ya,anakku yang kedua berhasil menyabet gelar s1 nya dengan usaha sendiri padahal dia perempuan, Ya Allah terimakasih karen Engkau sudah menitipkan kami anak - anak yang hebat, setelah putriku yang pertama dan kedua sudah bisa mandiri sekarang kami hanya tinggal dengan anak yang no 3 dan no 4 yg no 3 sudah kelas 3 sma n no 4 sudah kelas 3 smp,kami sangat bersyukur di beri kehidupan yang istimewa walau tidak banyak harta tapi kami sekeluarga bahagia, ternyata harta bukan segalanya..:)
Jumat, 15 Maret 2013
CARA AGAR KAUS KAKI PUTIH CEMERLANG
Langganan:
Postingan (Atom)